fbpx

Meet n Greet Tokyo Tatemono dengan Lead Agent The Loggia

Selasa – 24/09/2019, Farpoint mengundang secara eksklusif mitra prinsipal sebagai Lead Agent, dalam pertemuan dengan Tokyo Tatemono. Pertemuan kasual ini berlangsung di kantor pusat Farpoint Prima di gedung Sequis Tower di kawasan SCBD Sudirman, Jakarta Selatan.

Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Mulyadi Janto sebagai Head SBU Residential dan Julius Warouw sebagai Director Sales Marketing PT. Farpoint Prima.

Dari Tokyo Tatemono diwakili Ryutaro “Ryan” Nishimura sebagai Executive Director Tokyo Tatemono Asia yang berbasis di Singapura. Juga hadir Soichiro “Stephan” Tsubaki sebagai Chief Representative yang berbasis di Jakarta. VELO Property berkesempatan hadir sebagai undangan tersebut.

Julius Warouw mengatakan bahwa, Farpoint menginginkan adanya sinergi dan persamaan visi antara pengembang dengan mitra agent dalam mensukseskan project apartemen The Loggia. Oleh karena itu pertemuan ini sangat penting diadakan sebagai upaya memperat hubungan kerjasama dengan mitra agent.

Mulyadi Janto menambahkan, project apartemen The Loggia memiliki peran penting bagi Farpoint dalam kolaborasinya dengan berbagai mitra pengembang internasional.

Dalam rencana jangka panjang perusahaan, The Loggia nantinya akan ada di beberapa lokasi terutama di wilayah Jakarta. Saat ini, The Loggia yang berlokasi di daerah Duren Tiga Pancoran Jakarta Selatan adalah project perdana Farpoint dengan Tokyo Tatemono.

Ryutaro Nishimura berkesempatan memaparkan secara detail tentang Tokyo Tatemono. Ryan memiliki pengalaman berkarir di perusahaan ini selama 20 tahun. Dia , menjelaskan bagaimana perjalanan dan visi perusahaan terutama dalam hal pengembangan di pasar Asia terutama di Indonesia.

“Baik Farpoint maupun Tokyo Tatemono sama-sama memiliki kesamaan visi bisnis. Dan oleh karenanya masing-masing akan sangat selektif memilih mitra yang sesuai dengan visi kami”, papar Mulyadi secara tegas.

Target Tokyo Tatemono

Tokyo Tatemono hadir di Indonesia dalam rangka pengembangan bisnis mereka di kawasan Asia Tenggara, setelah sebelumnya berekspansi di China. The LOGGIA adalah project kedua Tokyo Tatemono di Indonesia, khususnya di Jakarta yang berkolaborasi dengan Farpoint.

Baca juga : Farpoint Gandeng Tokyo Tatemono Luncurkan Kondominium The Loggia

Mulyadi Janto mengatakan kondominium The Loggia akan menyasar kelas menengah atas dengan lokasi yang berdekatan dengan kawasan segitiga emas Jakarta.

Menurut Ryutaro, Indonesia adalah pasar yang sangat penting bagi Tokyo Tatemono. Perekonomian Indonesia telah tumbuh positif dalam beberapa tahun terakhir. Ditandai dengan pencapaian gross domestic product (GDP) tertinggi di antara negara-negara Asean.

Selain itu, umur rata-rata orang Indonesia adalah 28 tahun. Berbeda jauh dibandingkan dengan Jepang yaitu 43 tahun sehingga Ryutaro menilai Indonesia memiliki potensi yang sangat besar.

Farpoint dan Tokyo Tatemono membidik target penjualan atau marketing sales apartemen The Loggia senilai Rp 1,440 triliun. Proyek kolaborasi ini adalah kerjasama joint venture, dikembangkan diatas lahan seluas 1,2 hektar dengan total 498 unit di dua tower.

“Blusukan” dalam Konsep Jepang

The Loggia dirancang oleh Atelier Bow-Wow dengan langgam arsitektural kontemprer dengan adopsi unsur-unsur lokal. Misalnya seperti tegel yang diproduksi khusus di Yogyakarta. 

Sebelum mendesain apartemen yang berlokasi di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Co-Principal Atelier Bow-Wow Yoshiharu Tsukamoto melakukan riset mendalam.

Riset ini bertujuan untuk mengetahui gaya dan perilaku hidup kalangan urban Jakarta. Bahkan, Yoshiharu sampai harus “blusukan” ke kampung-kampung di Jakarta demi mendapatkan “rasa” dan inspirasi. Desain yang dihasilkan nanti diharapkan dapat diterima masyarakat ibu kota.

Hingga kemudian didapat rancangan bertema reversibility into emptinessKonsep desain ini tidak hanya terwujud dari rumah yang rapi, namun juga kaya akan elemen yang bisa memberikan nilai.

Misalnya, bagaimana sinar matahari memancarkan pantulan di lantai ubin ke langit-langit. Juga bias cahaya melalui dinding rotan, atau angin yang bertiup melalui jendela ke koridor.

Kalangan urban Jakarta yang menjadi target pasar adalah keluarga muda dengan kehidupan dinamis, optimistis, namun masih menghargai nilai-nilai kebersamaan.

Karena itu, dialokasikan ruang yang bisa berubah fungsi dari ruang makan menjadi ruang komunal yang dapat menampung hingga 10 orang. Suasana multi-sensory seperti ini yang penting untuk menyegarkan pikiran tiap penghuni.

× Chat Us